Tamu Tak Diundang

Ada beberapa hal di dunia ini yang kedatangannya sama sekali tidak pernah kita harapkan, namun ia selalu tahu jalan untuk kembali. Dia datang lagi tanpa permisi, menghancurkan ketenangan yang sudah payah dibangun, dan meninggalkan rasa perih yang membakar di setiap detiknya. Menghadapinya adalah tentang sebuah perjuangan menahan siksaan yang tak kunjung usai. Puisi berikut adalah catatan sunyi tentang sebuah kedatangan yang teramat dibenci...

------------------

Kau...

Kau kembali...

Membuatku menderita lagi.

Kau buat makanku tak nikmat lagi...

Rasanya perih, sakit, seperti bara api.

Kenyang memang mengunjungi,

Tapi harus melintasi bara api.

 

Ah, keterlaluan...

Kau sungguh keras kepala,

susah disingkirkan.

Bibirku meronta-ronta, kesakitan.

Dasar penyakit, hobinya membuat orang kesakitan.

Enyahlah, kau sariawan!

Kau memang tamu tak diundang.

----------------------------------------

Kadang, bahasa adalah obat terbaik untuk menumpahkan rasa perih ketika obat sariawan di apotek terasa begitu menyiksa saat diteteskan.

Kalau kamu sendiri, punya tips paling ampuh dan cepat untuk mengusir 'tamu tak diundang' ini? Tulis di kolom komentar, ya!

Karya: Raihan Ihsan Kamil

Jurusan: Bahasa dan Sastra Arab

Angkatan: Astranova | Lembaga Pembinaan Bahasa

You Might Also Like

0 Comments